IAIKUPers- Senin (15 April 2024) Perwakilan Pengurus Dema IAI Khozinatul Ulum Blora menghadiri acara Halal Bi Halal yang diadakan Oleh KAMABA (Keluarga Mahasiswa Blora) Yogyakarta di Pendopo Bupati Blora. Dalam sambutan Ketua KAMABA, Muhammad Khoirul Anam mengucapkan "Minal a'idin wal faizin walfaizin dan terimakasih sebesar-besarnya kepada hadirin yang telah meluangkan waktunya untuk datang di acara ini", harapannya dengan kegiatan halal bi halal ini bisa menjadikan ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan serta saling bermaaf-maafan. Alhamdulillah KAMABA Yogyakarta bisa mengadakan halal bi halal khusus mahasiswa dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Blora, harapannya kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda pertahunnya. Dalam acara Talkshow yang dipandu moderator, ketiga narasumber menyampaikan beberapa topik yang berbeda. Awal talkshow dibuka dengan penyampaian arah perkembangan pariwisata di Kabupaten Blora oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, Iwan Setiyarso, S.Sos, M.Si, arah perkembangan pariwisata di Kabupaten Blora, bahwa wisata di Blora sudah memenuhi tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan berdasarkan RPJMP Kab.Blora. "Terlihat akses di Blora sudah terbuka mulai dari terminal bus, stasiun kereta, akses pengelolaan Cepu, jalan tol, namun kita masih menunggu dari akses tol Rembang -Blora. Begitupun desa wisata di blora menjadi serbuan seperti di Desa Sambongrejo, Desa Bangsri, Tunjungan, Bangowan. Mengingat di Blora memiliki akses dan desa wisata rencananya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan mengadakan pemilihan Kakang Mbakyu Duta Wisata Kabupaten Blora yang akan diselenggarakan pada April/Juni 2024 mendatang" ungkapnya. Drs. Nugroho Budi Utomo M,M sebagai Dalang dan Budayawan menambahkan bahwa cara meningkatkan minat dan bakat pemuda untuk mencintai atau melestarikan budaya di Blora, dengan belajar budaya kita bisa memanfaatkan belajar seni sebagai bekal penting dalam pengalaman hidup, melalui seni kita dapat mengekspresikan diri, melatih intelektual kita, menjadikan sarana hiburan dan sarana belajar. Kuncinya dengan mengenali budaya sejak usia dini, budaya kita tidak akan hilang jika kita mau terus belajar dan berlatih. Yunus Bahtiar Rifa'i, S.Ag. M,Si, Direktur LPAW Blora dan Ketua PCNU Blora, mengungkapkan bahwa berbicara tentang pariwisata, budaya, dan manusia mengingat melalui acara ini diharapkan mahasiswa bisa melestarikan budaya dan pariwisata khususnya di Kabupaten Blora, bahkan kalau bisa mahasiswa bisa menjadi pelaku, seperti contoh kecilnya, jika tidak dari kita membuat narasi yang indah, mungkin apa destinasi Samin di Kabupaten Blora bisa dikenal Wisatawan dari luar, maka dari itu mahasiswa sangat diharapkan sebagai argumentasi dalam mengenal budaya Blora. Penyampaian materi oleh ketiga Narasumber direspon sangat antusias oleh para hadirin yang datang, terlihat dari mereka yang mengajukan pertanyaan kepada para narasumber tersebut. Pawarta: Yusron Ridho Nurfatoni

PERWAKILAN DELEGASI DEMA IAI KHOZINATUL ULUM MENGHADIRI ACARA HALAL BI HALAL KAMABA YOGYAKARTA

IAIKUPers- Senin (15 April 2024) Perwakilan Pengurus Dema IAI Khozinatul Ulum Blora menghadiri acara Halal Bi Halal yang diadakan Oleh KAMABA (Keluarga Mahasiswa Blora) Yogyakarta di Pendopo Bupati Blora.    Dalam sambutan Ketua KAMABA, Muhammad Khoirul Anam mengucapkan "Minal a'idin wal faizin walfaizin dan terimakasih sebesar-besarnya kepada hadirin yang telah meluangkan waktunya untuk datang di acara ini", harapannya dengan kegiatan halal bi halal ini bisa menjadikan ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan serta saling bermaaf-maafan. Alhamdulillah KAMABA Yogyakarta bisa mengadakan halal bi halal khusus mahasiswa dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Blora, harapannya kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda pertahunnya. 
   Dalam acara Talkshow yang dipandu moderator, ketiga narasumber menyampaikan beberapa topik yang berbeda.
 Awal talkshow dibuka dengan penyampaian arah perkembangan pariwisata di Kabupaten Blora oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, Iwan Setiyarso, S.Sos, M.Si, arah perkembangan pariwisata di Kabupaten Blora, bahwa wisata di Blora sudah memenuhi tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan berdasarkan RPJMP Kab.Blora.
  "Terlihat akses di Blora sudah terbuka mulai dari terminal bus, stasiun kereta, akses pengelolaan Cepu, jalan tol, namun kita masih menunggu dari akses tol Rembang -Blora. Begitupun desa wisata di blora menjadi serbuan seperti di Desa Sambongrejo, Desa Bangsri, Tunjungan, Bangowan. Mengingat di Blora memiliki akses dan desa wisata rencananya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan mengadakan pemilihan Kakang Mbakyu Duta Wisata Kabupaten Blora yang akan diselenggarakan pada April/Juni 2024 mendatang" ungkapnya.
     Drs. Nugroho Budi Utomo M,M sebagai Dalang dan Budayawan menambahkan bahwa cara meningkatkan minat dan bakat pemuda untuk mencintai atau melestarikan budaya di Blora, dengan belajar budaya kita bisa memanfaatkan belajar seni sebagai bekal penting dalam pengalaman hidup, melalui seni kita dapat mengekspresikan diri, melatih intelektual kita, menjadikan sarana hiburan dan sarana belajar. Kuncinya dengan mengenali budaya sejak usia dini, budaya kita tidak akan hilang jika kita mau terus belajar dan berlatih. 

   Yunus Bahtiar Rifa'i, S.Ag. M,Si, Direktur LPAW Blora dan Ketua PCNU Blora, mengungkapkan bahwa berbicara tentang pariwisata, budaya, dan manusia mengingat melalui acara ini diharapkan mahasiswa bisa melestarikan budaya dan pariwisata khususnya di Kabupaten Blora, bahkan kalau bisa mahasiswa bisa menjadi pelaku, seperti contoh kecilnya, jika tidak dari kita membuat narasi yang indah, mungkin apa destinasi Samin di Kabupaten Blora bisa dikenal Wisatawan dari luar, maka dari itu mahasiswa sangat diharapkan sebagai argumentasi dalam mengenal budaya Blora. 
   Penyampaian materi oleh ketiga Narasumber direspon sangat antusias oleh para hadirin yang datang, terlihat dari mereka yang mengajukan pertanyaan kepada para narasumber tersebut. 

Pawarta: Yusron Ridho Nurfatoni
PERWAKILAN DELEGASI DEMA IAI KHOZINATUL ULUM MENGHADIRI ACARA HALAL BI HALAL KAMABA YOGYAKARTA

IAIKUPers- Senin (15 April 2024) Perwakilan Pengurus Dema IAI Khozinatul Ulum Blora menghadiri acara Halal Bi Halal yang diadakan Oleh KAMABA (Keluarga Mahasiswa Blora) Yogyakarta di Pendopo Bupati Blora.

Dalam sambutan Ketua KAMABA, Muhammad Khoirul Anam mengucapkan “Minal a’idin wal faizin walfaizin dan terimakasih sebesar-besarnya kepada hadirin yang telah meluangkan waktunya untuk datang di acara ini”, harapannya dengan kegiatan halal bi halal ini bisa menjadikan ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan serta saling bermaaf-maafan. Alhamdulillah KAMABA Yogyakarta bisa mengadakan halal bi halal khusus mahasiswa dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Blora, harapannya kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda pertahunnya.

Dalam acara Talkshow yang dipandu moderator, ketiga narasumber menyampaikan beberapa topik yang berbeda.

Awal talkshow dibuka dengan penyampaian arah perkembangan pariwisata di Kabupaten Blora oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, Iwan Setiyarso, S.Sos, M.Si, arah perkembangan pariwisata di Kabupaten Blora, bahwa wisata di Blora sudah memenuhi tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan berdasarkan RPJMP Kab.Blora.

“Terlihat akses di Blora sudah terbuka mulai dari terminal bus, stasiun kereta, akses pengelolaan Cepu, jalan tol, namun kita masih menunggu dari akses tol Rembang -Blora. Begitupun desa wisata di blora menjadi serbuan seperti di Desa Sambongrejo, Desa Bangsri, Tunjungan, Bangowan. Mengingat di Blora memiliki akses dan desa wisata rencananya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan mengadakan pemilihan Kakang Mbakyu Duta Wisata Kabupaten Blora yang akan diselenggarakan pada April/Juni 2024 mendatang” ungkapnya.

Drs. Nugroho Budi Utomo M,M sebagai Dalang dan Budayawan menambahkan bahwa cara meningkatkan minat dan bakat pemuda untuk mencintai atau melestarikan budaya di Blora, dengan belajar budaya kita bisa memanfaatkan belajar seni sebagai bekal penting dalam pengalaman hidup, melalui seni kita dapat mengekspresikan diri, melatih intelektual kita, menjadikan sarana hiburan dan sarana belajar. Kuncinya dengan mengenali budaya sejak usia dini, budaya kita tidak akan hilang jika kita mau terus belajar dan berlatih.

 

Yunus Bahtiar Rifa’i, S.Ag. M,Si, Direktur LPAW Blora dan Ketua PCNU Blora, mengungkapkan bahwa berbicara tentang pariwisata, budaya, dan manusia mengingat melalui acara ini diharapkan mahasiswa bisa melestarikan budaya dan pariwisata khususnya di Kabupaten Blora, bahkan kalau bisa mahasiswa bisa menjadi pelaku, seperti contoh kecilnya, jika tidak dari kita membuat narasi yang indah, mungkin apa destinasi Samin di Kabupaten Blora bisa dikenal Wisatawan dari luar, maka dari itu mahasiswa sangat diharapkan sebagai argumentasi dalam mengenal budaya Blora.

Penyampaian materi oleh ketiga Narasumber direspon sangat antusias oleh para hadirin yang datang, terlihat dari mereka yang mengajukan pertanyaan kepada para narasumber tersebut.

 

Pawarta: Yusron Ridho Nurfatoni

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *